Cara Menentukan Penulisan Orang Tua yang Benar dalam Surat Resmi dan Dokumen Formal – Penulisan orang tua yang benar adalah “orang tua” (dua kata), bukan “orangtua”. Bentuk ini digunakan dalam surat resmi, formulir administrasi, dokumen sekolah, surat pernyataan, hingga berbagai dokumen formal lainnya yang menggunakan bahasa Indonesia baku.
Jika Anda sedang mengisi formulir atau menyusun dokumen resmi, gunakan bentuk orang tua secara konsisten agar sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia.
Ringkasan Cepat
- Bentuk yang benar adalah orang tua (dua kata).
- Bentuk orangtua tidak digunakan dalam penulisan baku.
- Jika mendapat akhiran -nya, penulisannya menjadi orang tuanya.
- Gunakan bentuk orang tua pada surat resmi, formulir, dan dokumen administratif.
- Hindari penggunaan ortu dalam dokumen formal.
Penulisan Orang Tua yang Benar

Dalam penulisan bahasa Indonesia baku, bentuk yang digunakan adalah orang tua (dua kata), bukan orangtua. Penulisan ini mengikuti kaidah ejaan bahasa Indonesia yang menuliskan kata majemuk tertentu secara terpisah.
Karena itu, pada surat resmi, formulir administrasi, surat pernyataan, maupun dokumen formal lainnya, gunakan bentuk orang tua secara konsisten.
Berikut perbedaannya.
| Penulisan | Status | Digunakan pada Dokumen Formal |
|---|---|---|
| orang tua | ✅ Benar | Ya |
| orang tuanya | ✅ Benar | Ya |
| orangtua | ❌ Salah | Tidak |
| orangtuanya | ❌ Salah | Tidak |
| ortu | ❌ Tidak baku | Tidak |
Contoh Penulisan Orang Tua yang Benar
Berikut beberapa contoh penggunaan yang sesuai pada dokumen resmi.
Pada surat izin
Kami selaku orang tua dari peserta didik tersebut memohon izin agar anak kami tidak dapat mengikuti kegiatan pada tanggal …
Pada surat pernyataan
Saya sebagai orang tua dari siswa yang bersangkutan menyatakan bahwa seluruh data yang diberikan adalah benar.
Pada undangan sekolah
Kepada Yth. Orang Tua/Wali Murid Kelas IX
Pada formulir
- Nama Orang Tua
- Pekerjaan Orang Tua
- Alamat Orang Tua
- Nomor Telepon Orang Tua
- Tanda Tangan Orang Tua
Contoh pada Dokumen Administrasi
Selain pada surat, penulisan orang tua juga sering digunakan pada berbagai dokumen administrasi berikut.
| Jenis Dokumen | Penulisan yang Benar |
| Formulir pendaftaran sekolah | Nama Orang Tua |
| Surat izin | Orang tua siswa |
| Surat pernyataan | Orang tua yang bertanda tangan di bawah ini |
| Formulir identitas | Pekerjaan Orang Tua |
| Formulir instansi | Nomor Telepon Orang Tua |
Semua contoh di atas menggunakan bentuk orang tua yang dipisah karena merupakan penulisan baku untuk dokumen formal.
Penulisan “Orang Tuanya” yang Benar
Jika kata orang tua mendapat akhiran -nya, bentuk dasarnya tetap dipertahankan sehingga penulisannya menjadi orang tuanya.
Contoh:
- Fotokopi KTP orang tuanya telah dilampirkan.
- Kehadiran orang tuanya diperlukan saat proses verifikasi data.
- Surat persetujuan telah ditandatangani oleh orang tuanya.
Sebaliknya, bentuk orangtuanya tidak digunakan dalam penulisan bahasa Indonesia baku.
Baca Juga: Kata-kata Undangan Pernikahan Digital untuk WhatsApp: Siap Copy–Paste + Variasi Salam
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
Kesalahan yang masih sering ditemukan dalam surat maupun formulir antara lain:
- menulis orangtua tanpa spasi;
- menggunakan singkatan ortu pada dokumen resmi;
- tidak konsisten, misalnya sebagian dokumen menggunakan orang tua, sedangkan bagian lainnya menggunakan orangtua.
Kesalahan tersebut memang terlihat sederhana, tetapi dapat membuat dokumen tampak kurang rapi dan tidak mengikuti kaidah penulisan bahasa Indonesia.
Tips Memastikan Penulisan Tidak Keliru
Sebelum mencetak atau mengirim dokumen, lakukan pemeriksaan sederhana berikut.
- Gunakan fitur Ctrl + F untuk mencari kata orangtua, lalu ubah menjadi orang tua.
- Pastikan seluruh halaman menggunakan penulisan yang sama.
- Gunakan heading seperti Nama Orang Tua, Alamat Orang Tua, dan Tanda Tangan Orang Tua.
- Hindari singkatan ortu pada seluruh dokumen resmi.
Checklist Sebelum Mengirim Dokumen
Sebelum dokumen dikirim atau dicetak, pastikan semua poin berikut sudah diperiksa.
- ✓ Semua bagian menggunakan penulisan orang tua.
- ✓ Tidak ada penulisan orangtua.
- ✓ Tidak menggunakan singkatan ortu.
- ✓ Heading formulir sudah konsisten.
- ✓ Jika menggunakan bentuk berakhiran -nya, ditulis orang tuanya.
Checklist sederhana ini membantu mengurangi kesalahan penulisan yang sering terlewat pada pemeriksaan akhir.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Mana yang benar, orang tua atau orangtua?
- Yang benar adalah orang tua (dua kata). Bentuk orangtua tidak digunakan dalam penulisan bahasa Indonesia baku.
- Bagaimana penulisan yang benar jika mendapat akhiran “-nya”?
- Penulisan yang benar adalah orang tuanya, bukan orangtuanya.
- Apakah “Orang Tua/Wali” merupakan penulisan yang benar?
- Ya. Bentuk Orang Tua/Wali umum digunakan pada surat maupun formulir resmi ketika dokumen ditujukan kepada orang tua atau wali yang bertanggung jawab. Penulisan orang tua tetap dipisah, sedangkan garis miring menunjukkan dua kemungkinan pihak yang dimaksud.
- Apakah “ortu” boleh digunakan?
- Singkatan ortu masih umum digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun, untuk surat resmi, formulir, dan dokumen administratif, sebaiknya gunakan bentuk lengkap orang tua agar sesuai dengan penulisan baku.
Kesimpulan
Jika Anda menulis surat resmi, mengisi formulir, atau membuat dokumen administratif, gunakan bentuk orang tua (dua kata). Bentuk ini juga berlaku pada turunannya, seperti orang tuanya, sedangkan bentuk orangtua, orangtuanya, maupun ortu sebaiknya tidak digunakan dalam dokumen formal.
Dengan menggunakan penulisan yang benar dan konsisten, dokumen menjadi lebih rapi, mudah dipahami, serta sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.






Leave a Reply