Harga 1 Set Perhiasan Emas untuk Pernikahan: Tips Hemat tapi Tetap Kelihatan Mewah

harga 1 set perhiasan emas untuk pernikahan
Seorang wanita dan pria muda bergaya formal tradisional sedang memamerkan perhiasan emas berbentuk hati sebagai simbol cinta dan komitmen pernikahan.

Calon pengantin sering kali dihadapkan pada dilema menentukan harga 1 set perhiasan emas untuk pernikahan. Perhiasan emas tak hanya menjadi simbol cinta dan kemewahan di hari istimewa, tapi juga investasi jangka panjang untuk keluarga baru.

Namun harga perhiasan sangat beragam, sehingga banyak pasangan bingung dan khawatir kantong jebol. Menurut Bank Indonesia, komoditas emas perhiasan ikut menyumbang inflasi inti nasional pada Maret 2024, menunjukkan bahwa harga emas cenderung naik.

Bahkan, Badan Pusat Statistik Surabaya mencatat inflasi perhiasan melonjak 33,7% pada 2024. Agar persiapan pernikahan tetap semarak tanpa stres, diperlukan strategi cermat memilih perhiasan yang hemat namun tetap mewah.

Apa Itu 1 Set Perhiasan Emas Pernikahan?

Satu set perhiasan pengantin tradisional umumnya mencakup cincin kawin, gelang, kalung (dengan liontin), dan anting. Menurut Radar Banyuwangi (Jawa Pos), kebanyakan perhiasan pengantin memakai kadar emas 18K atau 16K karena lebih kuat dan lebih terjangkau, sedangkan emas 24K umumnya disiapkan sebagai koleksi atau mahar jangka panjang.

Ada pula variasi set perhiasan: set minimalis (misalnya cincin + kalung sederhana), set modern (desain kontemporer dengan banyak detail), dan set premium (dihiasi berlian atau batu mulia, berat emas besar). Pilihan warna emas pun beragam: kuning klasik, putih elegan, atau rose gold yang romantis. Kadar juga beragam (16K/18K/22K/24K) menyesuaikan selera, kekuatan, dan anggaran pasangan.

  • Komponen 1 Set: Biasanya 1 set meliputi cincin kawin, kalung berliontin, gelang, dan anting pengantin. Beberapa set modern menambah aksesoris lain (seperti bros atau sautoir) sesuai permintaan.
  • Varian Desain: Set minimalis cocok untuk pengantin muda dengan budget terbatas, sedangkan set premium cocok untuk acara mewah atau investasi.
  • Warna & Kadar: Emas kuning 18K/22K populer karena tampak klasik di foto pernikahan, emas putih tampak modern, dan rose gold (emas merah) makin digemari karena nuansa hangatnya. Menurut Liputan6, tren 2025 menunjukkan dominasi emas kuning, putih, dan rose gold.

Berapa Harga 1 Set Perhiasan Emas di Pasaran Saat Ini?

Harga satu set perhiasan nikah sangat bervariasi tergantung berat, kadar, desain, dan toko. Sebagai gambaran kasar:

Kategori SetKarakteristikKisaran Harga (IDR)
Set MinimalisDesain sederhana, 1–3 item (cincin+kalung+gelang kecil)Rp4 juta – Rp8 juta
Set MenengahDesain lengkap (cincin+kalung+gelang+anting), berat sedangRp10 juta – Rp20 juta
Set PremiumDesain mewah dengan berat besar/batu mulia (18–24K, 20–40g+)Rp25 juta – Rp50 juta ke atas

Faktor penentu harga:

  • Kadar Emas: Semakin tinggi karatnya (16K→24K), nilai emas murni lebih tinggi. Emas 24K (99,9% murni) paling mahal per gram, sedangkan 18K (75% murni) lebih murah dan kuat.
  • Berat Emas: Logikanya, harga naik sebanding berat. Cincin nikah sederhana 1–2 gram bisa Rp1–10 juta, tapi cincin berlian berat 5 gram akan jauh lebih mahal.
  • Desain dan Batu Permata: Desain custom atau dihiasi berlian/permata menaikkan ongkos. Menurut Diamond & Co, cincin nikah berdesain sederhana (emas kuning/putih) umum dijual Rp1–10 juta tergantung berat, sedangkan cincin berlian bisa mencapai puluhan atau ratusan juta.
  • Reputasi Toko: Merek ternama (Semar Nusantara, UBS Gold, Galeri24) cenderung menetapkan harga lebih tinggi namun menawarkan kualitas dan sertifikat.
  • Biaya Pembuatan: Toko bisa memungut biaya perakitan/jasa desain (biasanya puluhan ribu per gram), apalagi untuk model custom.

Setiap elemen di atas berpengaruh terhadap total harga. Sebaiknya cek minimal 3 toko perhiasan dan bandingkan spesifikasi (kadar, berat, desain, serta sertifikat) agar mendapatkan penawaran terbaik.

Cara Menentukan Budget Perhiasan Tanpa Bikin Kantong Jebol

Mengatur anggaran perhiasan agar tidak melampaui biaya pernikahan lain krusial. Beberapa tips praktis:

  • Formula Persentase: Alokasikan sekitar 10–15% dari total anggaran pernikahan untuk perhiasan. Misalnya, bila budget total Rp100 juta, maka sisihkan Rp10–15 juta untuk perhiasan pengantin.
  • Tentukan Prioritas: Diskusikan dengan pasangan: apakah fokus pada penampilan “wah” di hari akad atau nilai investasi jangka panjang? Menurut ayoknikah.com, penting berdiskusi soal ekspektasi seserahan dan membagi anggaran per kategori agar tidak boros. Misalnya, tetapkan berapa % budget untuk cincin saja, berapa untuk gelang, dll.
  • Rencanakan Pasca-Nikah: Ingat bahwa emas bisa jadi dana darurat. Makin berat perhiasan, makin tinggi nilai jual kembali. Perhitungkan apakah berat optimal juga bermanfaat di masa depan.
  • Bandingkan Penawaran: Jangan terpaku pada satu toko. Riset harga di toko-toko besar (Semar, UBS, Galeri24, Antam etc.) maupun butik lokal. Manfaatkan promo atau paket seserahan yang sering ditawarkan toko perhiasan.
  • Gunakan Harga Emas Resmi: Pantau harga emas dunia atau Antam (Logam Mulia) sebagai acuan. Harganya fluktuatif; beli ketika harga cenderung stabil untuk menghemat.

Dengan perencanaan matang, pasangan bisa memiliki set perhiasan elegan tanpa mengorbankan pos-pos penting lain dalam pernikahan.

Smart Checklist Sebelum Membeli

Sebelum memutuskan membeli, periksa semua hal penting agar tak terjebak. Checklist praktis berikut dapat membantu:

  • Sertifikat & Hallmark: Pastikan setiap perhiasan disertai sertifikat keaslian yang memuat kadar emas. Menurut Raja Emas Indonesia, standar SNI 8880:2020 menjamin kadar tercatat (misal 18K berarti 75% emas murni), dan label SNI berarti sudah diuji laboratorium. Hindari barang tanpa cap mutu (misalnya “SNI 8880”) atau sertifikat resmi.
  • Buyback Rate: Tanyakan berapa persen harga beli kembali (buyback) jika nanti dijual ke toko tersebut. Beberapa toko besar menawarkan sekitar 80–95% dari harga emas saat itu. Nilai buyback tinggi penting untuk investasi.
  • Model Timeless vs Tren: Utamakan model yang tak mudah ketinggalan zaman (desain timeless). Hindari model yang terlalu “trendy” agar awet dipakai bertahun-tahun.
  • Biaya Tambahan: Cari tahu apakah ada ongkos pembuatan atau biaya desain custom yang ditambahkan di luar harga emas. Biaya tambahan ini bisa signifikan (misalnya ratusan ribu per potong).
  • Uji Keaslian: Lakukan uji cepat keaslian (asap/acid test atau XRF test) jika toko menyediakan. Toko terpercaya biasanya memperbolehkan pengecekan langsung. Hindari jual beli yang hanya mengandalkan visual.

Melalui checklist di atas, calon pengantin menjadi lebih siap dan terhindar dari pembelian impulsif yang merugikan.

Rekomendasi Jenis Perhiasan Berdasarkan Budget

Setiap pasangan memiliki budget berbeda-beda. Berikut rekomendasi jenis set perhiasan sesuai kisaran harga umum:

  • Budget < Rp10 Juta: Pilih set minimalis. Umumnya hanya 1–3 item (misal cincin, kalung, gelang kecil). Desain simpel dan elegan (garis halus, ukuran kecil) sudah cukup mewah. Hindari model berornamen banyak atau berat tinggi.
  • Budget Rp10–20 Juta: Beli set lengkap dengan desain modern. Dengan budget ini, pasangan muda bisa mendapatkan 4 item (cincin, kalung+liontin, gelang, anting) dengan desain kontemporer. Fokus pada keseimbangan antara kemewahan dan durabilitas (misal cincin 2–3g 18K, kalung 5–6g 18K).
  • Budget > Rp20 Juta: Incar set premium. Desain lebih berat, kadang dihiasi berlian atau batu mulia. Cocok untuk pasangan yang ingin sekaligus menjadikan emas sebagai investasi. Misalnya, kalung + gelang platinum dan beberapa cincin emas 22K–24K berat total 20–40 gram.

Semua pilihan di atas tetap harus disertai kualitas terjamin. Jangan ragu mencicil atau memangkas sedikit detail (seperti ganti beberapa item dengan desain lebih ringan) bila perlu agar anggaran tidak membengkak.

Kesalahan Umum Saat Membeli 1 Set Perhiasan Pernikahan

Beberapa kesalahan sering dilakukan calon pengantin yang harus dihindari:

Fokus Hanya Estetika: Terpesona pada desain mewah tanpa memperhatikan berat dan kadar emas. Sering terjadi pembeli menyesal karena cincin atau gelang ternyata terlalu tipis beratnya. Menurut Diamond & Co, kualitas sebuah cincin ditentukan oleh berat dan kadar emasnya – jadi jangan cuma “naksir” modelnya saja.

  • Tidak Cek Buyback: Banyak yang lupa menanyakan seberapa banyak toko mau membeli kembali perhiasan. Akibatnya saat butuh uang, harga jual ke toko berbeda bisa mengecewakan. Selalu tanyakan rate buyback (idealnya di atas 80%).
  • Warna Tidak Sesuai Kulit: Memilih emas putih saat kulitnya kebiruan, atau rose gold saat kulitnya terlalu gelap, bisa mengurangi kecantikan. Konsultasikan dulu mana yang paling cocok dengan tone kulit.
  • Desain Terlalu Ikut Tren: Beberapa desain bisa cepat out of style. Misalnya model cincin “heksagon” atau rantai anting super panjang yang hanya hits sesaat. Lebih baik pilih desain klasik yang awet.
  • Beli Tanpa Sertifikat: Mungkin harganya murah, tapi membeli tanpa cap SNI atau sertifikat resmi sangat berisiko. Pilih toko yang menyediakan dokumen keaslian.

Dengan menghindari hal-hal di atas, calon pengantin akan terhindar dari penyesalan dan tetap mendapatkan perhiasan bernilai tinggi.

Tren Perhiasan Pernikahan 2025

Menurut pengamatan Liputan6 (2025), tren perhiasan emas tahun ini fokus pada estetika minimalis, keberlanjutan, dan personalisasi. Beberapa tren utama:

  • Warna Emas Populer: Emas kuning (18K/22K) tetap jadi pilihan klasik dengan desain tipis dan minimal. Emas putih juga banyak dipakai untuk kesan elegan. Rose gold (emas merah muda) kian populer di kalangan milenial karena warna lembutnya yang romantis.
  • Desain Minimalis: Model “slim” menjadi favorit, seperti cincin kawin tipis, kalung rantai halus, dan gelang ramping. Sentuhan ukiran personal (misal nama atau tanggal nikah) pada cincin juga sering muncul.
  • Motif Arabesque & Boho: Beberapa pengantin memilih motif dekoratif bergaya Arabesque atau bohemian yang etnik namun tetap simpel.
  • Perhiasan Etis: Kesadaran lingkungan mendorong tren pemilihan emas daur ulang atau bersertifikat “fair trade”. Konsumen muda cenderung mempertimbangkan asal usul logam.

Dengan mengikuti tren ini, pasangan pengantin dapat tampil up-to-date tanpa meninggalkan nilai keanggunan yang abadi.

Tips Merawat Perhiasan Supaya Tetap Kinclong Setelah Pernikahan

Merawat perhiasan pasca-pernikahan penting agar kilaunya awet. Beberapa tips sederhana:

  • Simpan Terpisah: Simpan perhiasan emas masing-masing di kotak atau pouch lembut agar tidak saling menggores. Hindarkan dari panas dan kelembapan.
  • Bersihkan Rutin: Cuci dengan larutan sabun lembut dan air hangat, lalu sikat halus kotoran. Untuk batu permata (berlian, safir, dsb), hindari sabun berklorin. Keringkan dengan lap halus.
  • Hindari Bahan Kimia: Lepas perhiasan saat pakai parfum, lotion, atau obat gosok. Juga jangan dipakai berenang karena kandungan klorin bisa merusak lapisan emas.
  • Poles Ulang: Untuk perhiasan lama yang terlihat kusam, lakukan pemolesan profesional (ultrasonic polishing) setiap 1–2 tahun di toko terpercaya.
  • Perawatan Berkala: Periksa secara berkala ketahanan kait pengunci, setting batu, dan kerusakan kecil. Perbaikan dini mencegah kerusakan lebih besar.

Dengan perawatan tepat, perhiasan akan tetap tampak baru dan bernilai tinggi hingga tahun-tahun mendatang.

Kesimpulan – Smart Buyer Selalu Menang

Membeli perhiasan pernikahan bukan sekadar soal tampil menawan di hari akad, tapi juga tentang cerdas merencanakan investasi dan keuangan pasangan. Dengan riset matang, membandingkan harga, dan cek sertifikat, calon pengantin bisa mendapatkan set emas mewah namun tetap terjangkau.

Jangan lupa untuk berdiskusi dengan pasangan tentang harapan dan prioritas, serta selalu alokasikan dana sesuai kemampuan. Pilihlah perhiasan dengan bijak: tampilan cantik sekaligus nilai jangka panjang, dan pastikan pernikahan Anda membawa kegembiraan tanpa penyesalan.

3 Rekomendasi Toko Emas Terpercaya: Sebagai referensi, berikut toko-toko besar yang sering direkomendasikan:

  • Semar Nusantara (Jakarta, Surabaya) – Didirikan sejak 1969, Semar dikenal dengan kualitas perhiasan unggul dan sistem jual-beli/buyback sangat kompetitif. Brand ini pernah menyabet Brand Choice Award untuk cincin, gelang, dan kalung. Harga cincin emas 18K mulai dari sekitar Rp4–8 juta (per pasang), tergantung berat.
  • UBS Gold (Surabaya) – Produsen perhiasan bermerk kelas dunia yang telah berdiri lebih dari 4 dekade. UBS menghadirkan ribuan desain kekinian dengan berbagai kadar emas. Outlet UBS tersebar di kota besar (Jakarta, Bandung, dll). Harga mulai Rp6 juta-an untuk set cincin + kalung simple 18K.
  • Galeri 24 (Pegadaian) – Toko resmi milik Pegadaian yang hadir di seluruh Indonesia. Semuanya tersertifikasi SNI, dengan harga transparan sesuai harga pasaran logam mulia. Buyback rate Galeri 24 sekitar 97–98%. Untuk set perhiasan emas putih/kuning 18K berkualitas, harganya mulai sekitar Rp10 juta-an untuk kombinasi cincin + gelang + kalung sederhana.

Sudahkah Anda menentukan set perhiasan impian untuk hari spesial Anda? Bagikan pengalaman atau pertanyaan Anda di kolom komentar, dan jangan lupa share artikel ini kepada pasangan pengantin lain agar mereka bisa merencanakan dengan smart. Ingat, pembeli cerdas selalu menang – tidak hanya cantik di hari H, tapi juga untung di masa depan!

Ditulis oleh: Natalia Dwi Putri, Konsultan Wedding & Jewelry Enthusiast sejak 2014.

Sumber: Data pasar perhiasan dan sumber industri terpercaya (BPS, Bank Indonesia, Liputan6, berbagai media perdagangan perhiasan)